Disari dari kajian Masjid Jami' Jatisari BSB
12/09/2012
Oleh : H. Achmad Furqon, Lc.MA
Belakang ini permasalahan memilih kepemimpinan yang seiman dan tidak seiman menjadi pembahasan yang hangat. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari proses demokrasi yang berjalan di negeri ini.
Tanpa menyudutkan pihak manapun konsep islam sudah jelas dalam memilih kepemimpinan sebagaimana di nashkan dalam alqur'an. Mari baca kembali Qs ; Al Maidah : 51, At Taubah: 23 dan Annisa': 144.
Sementara menurut keterangan dan penjabaran seorang imam besar muslim kepemimpinan memiliki 3 (tiga) dimensi wilayah:
1. Wilayatul Awam ( Kepemimpinan yang bersifat Umum) Contohnya Kepala Negara
2. Wilayatul Al khiladiyah (Kepemimpinan yang bersifat Strategis) Panglima Perang.
3. Al Madaniah (Kepemimpinan yangb bersifat Teknis) Pemimpin Perusahaan.
Nah, untuk point ke dua keterangan para ulama berbeda pendapat. Artinya bisa memilih yang seiman dan juga tidak seiman. Dikarenakan tanggungjawab kepemimpinan masih bertanggungjawab keatasnya, tidak semata-mata kepemimpinan dikendalikan olehnya. Karena pemimpin ini bukanlah yang tertinggi. Sementara untuk kepemimpinan yang diatasnya (Wilayatul Awam) haruslah seiman.
Sementara point ke tiga bisa sesuai dengan kemampuan dan kapasitas serta kapabilitasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar